Oposisinews.net|NGANJUK-Rabu,26/8/2026.Hari-hari tua yang seharusnya dilalui dengan tenang, kini justru diselimuti rasa cemas mendalam oleh Painem, seorang janda lansia warga Desa Jampes, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Pekerja serabutan yang sehari-hari menggantungkan hidup dari buruh setrika keliling ini mendadak terancam kehilangan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), setelah data desil kesejahteraan sosialnya tiba-tiba melonjak naik dalam sistem terbaru.
Setiap harinya, Painem berjuang mengumpulkan rupiah demi rupiah dari memeras keringat menyetrika pakaian tetangga. Dengan penghasilan yang tak menentu dan rata-rata hanya berkisar Rp60.000 per hari, bantuan sosial pemerintah selama ini menjadi penyambung hidup dan tulang punggung utama untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Namun, bak disambar petir di siang bolong, Painem mendapati status kesejahteraannya di data pemerintah mendadak berubah. Sistem mencatat namanya berada di desil tujuh sebuah tingkatan status ekonomi yang secara otomatis mengkategorikannya sebagai warga mampu. Akibat perubahan status tersebut, hak bansos BPNT yang biasa diterimanya kini terancam dihentikan sepenuhnya.
Kabar mengejutkan itu berdampak langsung pada kondisi fisiknya. Lantaran kaget dan terbebani pikiran akan nasib perutnya ke depan, kesehatan Painem sempat merosot drastis hingga mengalami tekanan darah tinggi. Tak mau tinggal diam meratapi nasib, dengan sisa tenaga dan rasa cemas yang menggelayut, ia memberanikan diri mendatangi Balai Desa Jampes untuk meminta kejelasan serta memperbaiki data dirinya.
Saat dikonfirmasi, Operator Desa Jampes, Nabila, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan grafik sistem pendataan terbaru, nama Painem memang secara otomatis tercatat masuk ke dalam kategori desil tujuh. Penyesuaian data ini langsung berdampak pada penghentian akses bantuan prasejahtera.
Pihak pemerintah desa menjelaskan bahwa pendataan tersebut terintegrasi secara elektronik dengan sistem pusat di kementerian terkait. Guna menyikapi keluhan warga prasejahtera ini, Pemerintah Desa Jampes menyatakan siap mengawal dan mendampingi proses pengusulan revisi data ke dinas sosial setempat, agar hak bantuan sosial bagi lansia seperti Mbah Painem bisa kembali pulih dan tepat sasaran.(di)












