Peristiwa

Lalui Medan Terjal Demi Seliter Air,Potret Krisis Air Bersih Warga Lengkong Nganjuk

15
×

Lalui Medan Terjal Demi Seliter Air,Potret Krisis Air Bersih Warga Lengkong Nganjuk

Sebarkan artikel ini

Oposisinews.net|Nganjuk, Jawa Timur– Deru mesin sepeda motor meraung perlahan menembus medan berdebu di Dusun Jomblang, Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Di bagian belakang jok, tampak jeriken-jeriken kosong yang siap diisi. Pemandangan ini bukan lagi hal baru, melainkan rutinitas harian yang terpaksa dijalani warga demi bertahan hidup di tengah krisis air bersih yang kian mencekik.

​Dampak kemarau panjang yang memicu kekeringan hebat kini menyisakan nestapa mendalam bagi warga Nganjuk. Di Dusun Jomblang, ancaman krisis air bersih tercatat sudah berlangsung sejak Mei hingga Juni lalu. Ketersediaan air di pemukiman warga yang kian menipis memaksa mereka memutar otak dan menguras tenaga ekstra.

​Untuk memenuhi kebutuhan dasar harian, warga harus menempuh jarak hingga satu kilometer menuju aliran sungai terdekat. Jalan setapak yang terjal, licin, dan berdebu tak menyurutkan langkah mereka. Menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi untuk mengangkut beban berat, jeriken demi jeriken air sungai dibawa pulang.

​Air sungai tersebut kini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat. Dari aliran yang kian surut itulah, warga menggantungkan seluruh aktivitas rumah tangga. Air dipakai tanpa sisa: mulai dari memasak, konsumsi minum, mencuci pakaian, hingga memberikan minum untuk hewan ternak yang menjadi tabungan hidup mereka.

​”Kondisinya memang sangat sulit sekarang. Mau tidak mau, air sungai ini yang kami pakai untuk semua kebutuhan harian,” tutur Didik, salah seorang warga Dusun Jomblang, dengan raut wajah prihatin saat ditemui awak media di lokasi penambangan air.

​Kondisi yang memprihatinkan dan tak kunjung membaik ini membuat warga berada dalam posisi pasrah namun menaruh harapan besar. Pihak RT dan warga setempat sangat berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah maupun dinas terkait.

​Penyaluran (dropping) air bersih secara rutin dan teratur untuk memenuhi kebutuhan mendesak harian warga. Pembuatan sumur bor dalam, perbaikan jaringan pamsimas, atau penyediaan infrastruktur penampungan air permanen.

​Pencegahan Berulang,Evaluasi peta rawan kekeringan oleh Pemkab Nganjuk agar krisis tahunan ini tidak terus berulang dan membebani masyarakat di musim kemarau mendatang.

​Warga berharap jeritan mereka segera didengar oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk, sehingga krisis air bersih yang setiap tahun mengintai desa mereka dapat segera tertangani secara permanen.(Hd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *