OposisiNewsNet | Tulungagung – kamis(30/7/2026) RSUD dr. Iskak Tulungagung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat sistem pencegahan infeksi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui workshop bertajuk “Penatalaksanaan Peralatan Medis dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di Instalasi Central Sterile Supply Department (CSSD)”.
Kegiatan yang dihadiri puluhan peserta ini dibuka langsung oleh Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes. Agenda strategis tersebut juga dihadiri jajaran manajemen rumah sakit, Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta petugas CSSD dan tenaga kesehatan terkait.
Workshop ini dirancang secara terstruktur dan aplikatif untuk menyamakan persepsi, meningkatkan pemahaman, serta mengasah keterampilan teknis petugas CSSD, khususnya pada aspek dekontaminasi. Melalui standardisasi ini, tata kelola sterilisasi diharapkan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh unit pelayanan.
Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, layanan RSUD dr. Iskak yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif wajib memenuhi standar mutu, akuntabel, transparan, dan aman bagi pasien.
Fokus utama keselamatan pasien (patient safety) adalah menekan angka kejadian infeksi yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan (Health Care Associated Infections/HAIs). Terlebih di era saat ini, kemunculan penyakit menular baru maupun penyakit lama yang kembali mewabah meningkatkan risiko terjadinya lonjakan kasus (outbreak), baik di lingkungan internal rumah sakit maupun masyarakat luas.
Dampak HAIs tidak dapat dipandang sebelah mata karena berpotensi memperpanjang masa perawatan pasien, memicu pembengkakan biaya, hingga menurunkan mutu pelayanan secara keseluruhan. Bahkan dalam jangka panjang, penanganan HAIs yang tidak optimal berisiko menimbulkan konsekuensi hukum serta merusak reputasi fasilitas kesehatan.
Menyikapi kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, manajemen RSUD dr. Iskak menegaskan bahwa keselamatan pasien harus selalu menjadi prioritas utama. Langkah komprehensif ini diwujudkan melalui penerapan kewaspadaan isolasi, surveilans HAIs, penerapan bundles, pencegahan infeksi pada penggunaan peralatan medis dan tindakan bedah, hingga edukasi penggunaan antimikroba secara bijaksana.
Melalui workshop intensif ini, para petugas CSSD diharapkan mampu mengaktualisasikan kompetensi nyata yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pelayanan, perlindungan kesehatan, serta jaminan keselamatan pasien di RSUD dr. Iskak Tulungagung. (Hilal)









