OposisiNewsNet|Nganjuk,Jawa Timur-Pendidikan karakter bukan sekadar tugas guru di kelas, melainkan ikhtiar bersama yang bermula dari hangatnya komunikasi di rumah. Semangat itulah yang mewarnai digelarnya kegiatan parenting bertema “Kolaborasi Orang Tua dan Madrasah dalam Membentuk Karakter dan Disiplin Anak” di MTsN 10 Nganjuk pada Sabtu (8/8/2026).Acara ini menghadirkan pakar pembentukan karakter dan praktisi komunikasi, Endra Oki Kristanto, S.Pd., CHt., CI., CNNLP., CNC., CT NCA, sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis MTsN 10 Nganjuk dalam memperkuat sinergi antara lingkungan madrasah dan keluarga. Madrasah meyakini bahwa pendidikan karakter serta kedisiplinan siswa tidak dapat dibebankan kepada lembaga formal semata, melainkan membutuhkan peran aktif orang tua sebagai pilar pendidikan pertama dan utama.

Kepala MTSN 10 Nganjuk, Drs. H. Arifin, M.M., menegaskan pentingnya kolaborasi erat ini demi masa depan para siswa.
”Pendidikan yang berhasil adalah hasil dari kerja sama yang harmonis antara madrasah dan pihak keluarga. Kami di madrasah berikhtiar membina akademik dan akhlak di sekolah, namun benteng utama karakter anak tetap ada di rumah. Melalui kegiatan parenting ini, kami berharap orang tua dan madrasah dapat berjalan seirama, memiliki bahasa yang sama dalam mendidik, sehingga melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga berakhlaqul karimah,” ujar Drs. H. Arifin, M.M.
Dalam pemaparannya, Endra Oki Kristanto menekankan empat pilar utama dalam pengasuhan anak,komunikasi efektif, membangun ruang dialog yang jujur dan empati antara orang tua dan anak.Keteladanan menjadi contoh nyata dalam tindakan sehari-hari.Konsistensi aturan menerapkan batasan dan nilai-nilai secara berkesinambungan.Pendampingan Emosional Positif, Mendampingi tumbuh kembang anak dengan pendekatan emosi yang sehat.

”Anak membutuhkan ekosistem yang selaras antara rumah dan madrasah. Tanpa harmonisasi ini, nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian sulit tumbuh secara optimal,” tegas Endra di hadapan para peserta.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para orang tua tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga berdiskusi aktif mengenai tantangan pengasuhan anak di era digital. Sesi ini menjadi ruang dialog terbuka yang memangkas sekat komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid.
Melalui agenda ini, MTsN 10 Nganjuk optimistis mampu membangun fondasi kolaborasi yang makin kokoh demi melahirkan generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berdisiplin tinggi, dan berakhlak mulia. Sebab pada akhirnya, keberhasilan mencetak generasi hebat tidak ditentukan oleh siapa yang paling berperan, melainkan seberapa kuat kita berjalan berdampingan.
MTsN 10 Nganjuk merupakan lembaga pendidikan formal tingkat menengah pertama berbasis agamis yang berkomitmen mencetak peserta didik berprestasi, berintegritas, dan berakhlakul karimah melalui kurikulum terpadu serta pendampingan karakter berkelanjutan.(Hd)












