Oposisinews.net|NGANJUK -Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing di pasar kerja modern, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) secara resmi meluncurkan program pembekalan pelatihan kerja industri gratis bagi masyarakat umum. Acara pembukaan kegiatan berbasis kompetensi ini berlangsung penuh semangat di Aula Disnaker Kabupaten Nganjuk pada Rabu (19/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB.
Program pelatihan strategis ini dibiayai sepenuhnya melalui alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 60 peserta terpilih yang telah lolos tahapan seleksi akan menjalani masa pelatihan intensif selama 15 hari, terhitung mulai tanggal 19 Agustus hingga 5 September 2026. Selama program berlangsung, seluruh peserta akan dibekali keahlian teknis serta keterampilan praktis yang telah diselaraskan dengan standar, ritme, dan kebutuhan riil dunia industri saat ini.

Momen pembukaan pelatihan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain, Itsna Shofiani, S.T., M.T. (Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk)Dian Putri Aruma, S.Pd. (Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Nganjuk). Sekretaris Dinas beserta jajaran Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Penta Trans) Disnaker Nganjuk,Tim instruktur ahli serta narasumber profesional dari PT Rimba Damai Sejahtera (RDS).
Dalam pengarahannya, Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Itsna Shofiani, S.T., M.T., menegaskan bahwa seluruh rangkaian pelatihan ini disediakan tanpa memungut biaya sepeser pun dari peserta alias 100% gratis (Rp0). Hal ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan anggaran negara demi kemajuan masyarakat.

”Kami memanfaatkan anggaran DAU 2026 ini secara maksimal agar 60 peserta terpilih dapat mengasah keahlian dan potensi diri mereka secara optimal selama 15 hari ke depan. Besar harapan kami, para lulusan dari program ini tidak hanya siap untuk langsung terserap di berbagai perusahaan industri, tetapi juga memiliki bekal mental dan keterampilan untuk menciptakan lapangan kerja mandiri,” ujar Itsna.
Dukungan serupa juga datang dari pihak legislatif. Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Nganjuk, Dian Putri Aruma, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif Disnaker dalam mengalokasikan anggaran untuk investasi jangka panjang pada pengembangan kualitas SDM. Ia menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat kolaborasi tiga pilar yaitu, pemerintah daerah, DPRD, dan sektor swasta seperti PT Rimba Damai Sejahtera,demi menjamin kepastian penyaluran kerja bagi para alumni pelatihan.
Secara khusus, Dian memotivasi para peserta, terutama mereka yang diproyeksikan untuk masuk ke industri manufaktur rokok, agar memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. Beliau menggarisbawahi bahwa di dunia industri yang kompetitif, modal utama tidak hanya terletak pada keahlian teknis semata.
”Kedisiplinan, etos kerja, ketepatan waktu, serta penguasaan keterampilan teknis seperti kemampuan mengelinting yang cepat, rapi, dan presisi adalah kunci utama yang akan menentukan keberhasilan Anda semua dalam menembus dan bertahan di dunia kerja,” tegas Dian di hadapan para peserta.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan dunia usaha, Disnaker Kabupaten Nganjuk optimistis program ini mampu melahirkan angkatan kerja lokal yang kompeten, berdaya saing tinggi, berdisiplin mental, serta siap memenuhi dinamika kebutuhan pasar kerja industri masa kini maupun masa depan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan serta membawa kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk.(Hd)


