NGANJUK, OposisiNewsNet– Sebagai wujud nyata kepedulian sesama, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk Pusat Madiun menggelar aksi sosial bertajuk “PSHT Peduli” di Dusun Congol, Desa Macanan, Kecamatan Loceret,Minggu,12/7/2026,Aksi kemanusiaan ini diwujudkan dengan menyalurkan bantuan bedah rumah serta santunan tunai kepada keluarga korban meninggal dunia dan korban luka-luka akibat peristiwa pengeroyokan tragis yang terjadi di wilayah Sukorejo.
Kegiatan tersebut dipusatkan di rumah duka almarhum Minal Khosirin, Dusun Congol, Desa Macanan, Kecamatan Loceret. Hadir langsung dalam aksi kemanusiaan ini Dewan Penasehat PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun Kang Mas Harsono, Ketua Cabang Kang Mas Gondo Hariyono, jajaran Srikandi Terate Nganjuk, serta seluruh Ketua Ranting se-Kabupaten Nganjuk dan Ketua Rayon se-Kecamatan Loceret.

Dalam kesempatan itu, PSHT Cabang Nganjuk menyerahkan bantuan renovasi (bedah) rumah kepada keluarga almarhum Minal Khosirin (20). Pengerjaan bedah rumah tersebut direncanakan bakal mulai berjalan setelah peringatan 40 hari wafatnya almarhum, tepatnya pada tanggal 1 Agustus mendatang.
Selain bantuan fisik, PSHT juga menyalurkan santunan uang tunai untuk tiga korban luka-luka yang saat ini sedang dalam masa pemulihan. Rinciannya, bantuan sebesar Rp6 juta diberikan masing-masing kepada Hendra Ibnu Ardiansyah (26) dan Eko Ali (24), serta Rp4 juta untuk Yoga Pratama (22).
Ketua Cabang PSHT Nganjuk, Kang Mas Gondo Hariyono menyampaikan bahwa gerakan PSHT Peduli merupakan refleksi dari ajaran luhur organisasi yang senantiasa mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan tanpa sekat.
Kehadiran pengurus cabang bersama rombongan juga dimaksudkan untuk menggelar doa dan tahlil bersama untuk almarhum. Kang Mas Gondo mengutuk keras aksi pengeroyokan tidak manusiawi tersebut dan berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak. Ia mengingatkan kembali filosofi Jawa kuno, “Ngunduh Wohing Pakarti”siapa yang menanam pasti akan menuai, dan siapa yang berbuat zalim pasti akan memetik balasannya.

“SH Terate hanya bisa berdoa kepada Allah semoga almarhum diberikan ampunan. Kami juga berharap dan mendukung penuh aparat penegak hukum, Bapak Kapolres Nganjuk beserta jajaran, untuk segera menangkap semua pelaku, serta Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk agar nantinya memberikan tuntutan seadil-adilnya sesuai perbuatan para pelaku,” tegas Kang Mas Gondo.
Ia menambahkan, bantuan yang diserahkan diharapkan bisa sedikit meringankan beban keluarga, baik yang ditinggalkan maupun yang sedang memulihkan diri. “Kami ingin semangat persaudaraan dan gotong royong ini terus terjaga erat di tengah-tengah masyarakat,” lanjutnya.
Senada dengan itu, Dewan Penasehat PSHT Nganjuk, Kang Mas Harsono, mengimbau seluruh warga PSHT untuk tetap tenang, menjaga persatuan, dan selalu mengedepankan sikap saling menghormati. Ia juga meminta seluruh anggota mempercayakan penuh penanganan hukum kasus ini kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui aksi nyata ini, PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memperkuat solidaritas, serta memberikan manfaat langsung bagi sesama yang sedang tertimpa musibah.(Hd)










