Nganjuk,OposisiNewsNet– Menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang membayangi sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk mengambil langkah cepat untuk mengamankan produktivitas komoditas unggulan daerah. Bertepatan dengan momentum Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54, Pemkab Nganjuk secara resmi menggelar Pelatihan Budidaya Tembakau sekaligus Gerakan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Tembakau di Aula Pendopo Kecamatan Gondang, Selasa (30/6/2026).
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, bersama jajaran Forkopimcam Gondang, Camat Ngluyu, Camat Jatikalen, Camat Lengkong, dan Kepala Desa Gondang Kulon. Hadir pula Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk serta sekitar 200 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai kelompok tani (Poktan) tembakau di wilayah setempat.

Antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran delegasi kelompok tani dari berbagai kecamatan sentra tembakau, antara lain:
Poktan Tunas Tani (Desa Ngujung, Kecamatan Gondang).
Poktan Sumber Tani (Desa Sumber Kepuh, Kecamatan Lengkong).
Poktan Sumber Taruna Tani (Desa Ketandan, Kecamatan Lengkong).
Poktan Mekar Sari (Desa Jatikalen, Kecamatan Jatikalen).
Poktan Rukun Mulyo (Desa Gampeng, Kecamatan Ngluyu).
Poktan Sekar Arum (Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu).
Selain fokus pada teknis budidaya dan pengendalian hama, para petani diberikan pemahaman mendalam mengenai tantangan iklim. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau petani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu produktivitas lahan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, A.P., M.Si., menekankan pentingnya sinergi teknologi dan pendampingan agar kualitas produksi tembakau Nganjuk terus meningkat hingga mencapai target pasar yang optimal.

”Kami berkomitmen mendampingi kelompok tani agar mampu menghasilkan tembakau yang lebih baik dan berdaya saing tinggi. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan target produktivitas petani tercapai maksimal meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca. Kehadiran Bapak Bupati hari ini tentu menjadi motivasi besar bagi kemajuan ekosistem pertanian tembakau di Nganjuk,” ujar Ida.
Dalam arahannya, Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., menegaskan agar seluruh materi penyuluhan dari Dinas Pertanian benar-benar diterapkan di lapangan demi mendongkrak kualitas produksi.Beliau juga mengingatkan pentingnya petani memahami aspek ekonomi dan manajemen pertanian.
”Saya minta seluruh penyuluhan dari Dinas Pertanian ini diterapkan betul di lahan masing-masing. Selain teknis menanam, sektor ekonomi pertanian juga harus dipahami. Oleh karena itu, kita berikan pelatihan khusus dari hulu ke hilir,mulai dari pengelolaan pupuk, pemilihan bibit unggul, hingga teknik penanaman yang efektif,” tutur Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut.
Lebih lanjut, Kang Marhaen memberikan atensi khusus terkait ancaman krisis air akibat cuaca ekstrem.
”Petani Nganjuk harus siap menghadapi dampak fenomena El Nino. Mitigasi pasca-kekeringan dan manajemen pengelolaan air itu krusial. Kita tidak boleh kalah oleh cuaca. Kesiapan sarana air dan metode budidaya yang adaptif adalah kunci agar pertanian kita tetap tangguh dan profitabel,” tegas Kang Marhaen.

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Jawa Timur, Anung Suprayitno, S.Si., M.Ling., memberikan pemaparan penting mengenai fenomena iklim yang sedang berlangsung agar petani terhindar dari risiko gagal panen.
”Dampak dari El Nino ini perlu diwaspadai secara serius. Untuk wilayah Nganjuk, fluktuasi musim akibat iklim El Nino harus dipahami betul karakteristiknya, terutama dari perubahan curah hujan. Kekeringan diprediksi mulai muncul di pertengahan tahun ini, sehingga langkah antisipasi harus matang dipersiapkan dari sekarang,” urai Anung.
Melalui pelatihan dan penerapan PHT ini, petani tembakau di Kabupaten Nganjuk diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produksi dan menangkal hama, tetapi juga tumbuh menjadi petani yang tangguh serta adaptif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. (Hd)












