Nganjuk,OposisiNewsNet– Sebuah insiden kebakaran melanda satu unit mobil Daihatsu Taruna dengan nomor polisi AB 1748 MD milik Imam Afandi di area SPBU Pertamina 54.644.11 Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (11/7/2026) siang. Peristiwa ini mengakibatkan satu orang anak mengalami luka bakar dan kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Nganjuk menerima laporan insiden tersebut melalui Call Center Damkar pada pukul 13.21 WIB. Merespons cepat laporan warga, satu tim pemadam dari Regu Mako langsung diterjunkan dan tiba di lokasi dalam waktu 11 menit guna mengisolasi api agar tidak merembet ke fasilitas SPBU.
Petugas Damkar bersama unsur terkait dari Polisi Satlantas, Polsek, Koramil, serta petugas SPBU bahu-membahu melakukan penanganan di lapangan. Api akhirnya berhasil dipadamkan secara total dan dinyatakan kondusif pada pukul 15.20 WIB.
Komandan Regu Mako DPKP Kabupaten Nganjuk,Aris Afandi, menyatakan bahwa fokus utama petugas saat tiba di lokasi adalah melakukan lokalisir area demi mencegah ledakan yang lebih besar mengingat lokasi kebakaran berada di area SPBU.

“Begitu menerima laporan, prioritas utama kami adalah kecepatan penanganan agar api tidak menyambar pompa pengisian BBM. Kami langsung melakukan pemadaman secara intensif sekaligus mengevakuasi area. Akibat insiden ini, satu korban anak-anak mengalami luka bakar dan langsung mendapatkan penanganan medis. Terkait penyebab pasti kebakaran serta kronologinya, saat ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.”Ucap Aris dilokasi kejadian.
Aris juga memberikan imbauan tegas kepada pemilik kendaraan dan masyarakat sekitar untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di area rawan seperti SPBU.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mengecek kelaikan kendaraan, terutama jalur kelistrikan dan sistem bahan bakar guna mengantisipasi korsleting. Saat berada di area SPBU, pastikan mematuhi seluruh SOP keselamatan seperti mematikan mesin kendaraan saat pengisian dan tidak menggunakan ponsel.”
Akibat kejadian ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai ± Rp80.000.000. Situasi di lokasi saat ini sudah kembali kondusif setelah dilakukan proses pendinginan dan pendataan oleh petugas.(Hd)








