TULUNGAGUNG – OposisiNews.Net RSUD dr Iskak Tulungagung terus mematangkan persiapan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, rumah sakit tersebut menargetkan dapat menerima residen atau peserta pendidikan dokter spesialis bedah baru pada Februari 2027.
Persiapan itu dibahas dalam rapat monitoring dan evaluasi yang dipimpin Direktur RSUD dr Iskak, Dr. dr. Kasil Rokhmad, MMRS. Pertemuan tersebut menindaklanjuti perkembangan persiapan sebelumnya, termasuk terbitnya surat keputusan Rektor Universitas Airlangga (Unair) selaku universitas mitra yang telah menyetujui pendirian Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah di RSUD dr Iskak.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam pengembangan RSUD dr Iskak sebagai rumah sakit pendidikan, sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Direktur RSUD dr Iskak, Dr. dr. Kasil Rokhmad, MMRS, menyampaikan bahwa apabila seluruh proses persiapan berjalan sesuai rencana, penerimaan residen bedah dapat dimulai pada Februari 2027.
Dalam skema yang disiapkan, peserta didik akan menjalani keseluruhan proses pendidikan di RSUD dr Iskak.
Sebelumnya, RSUD dr Iskak memang telah menjadi tempat pendidikan bagi mahasiswa kedokteran maupun peserta pendidikan dokter spesialis. Namun, peserta didik tersebut berstatus mahasiswa yang berasal dari Universitas Brawijaya dan menjalani pendidikan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi tersebut.
Dengan rencana pembukaan program spesialis bedah ini, RSUD dr Iskak memasuki tahap pengembangan baru dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran berbasis rumah sakit.
Pengembangan program tersebut berkaitan dengan kebijakan pendidikan dokter berbasis rumah sakit atau hospital based. Melalui program ini, Kementerian Kesehatan menunjuk RSUD dr Iskak sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama untuk mengembangkan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.
Dalam sistem yang dikembangkan pemerintah, rumah sakit yang memenuhi persyaratan dapat menyelenggarakan pendidikan secara lebih langsung, mulai dari proses pendidikan hingga peserta didik menyelesaikan programnya, sesuai ketentuan yang berlaku.
Skema ini menjadi salah satu pendekatan untuk memperluas kapasitas pendidikan dokter spesialis. Jika sebelumnya pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis terutama diselenggarakan melalui perguruan tinggi, kebijakan hospital based membuka jalur penyelenggaraan pendidikan spesialis berbasis rumah sakit yang memenuhi persyaratan.
Bagi RSUD dr Iskak, pengembangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan status kelembagaan, tetapi juga menuntut kesiapan tenaga pendidik, fasilitas pelayanan, sarana pendidikan, serta sistem pembinaan dan evaluasi peserta didik.
Kebijakan pengembangan pendidikan dokter berbasis rumah sakit merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjawab kebutuhan tenaga medis, terutama dokter spesialis yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Melalui penambahan kapasitas pendidikan, diharapkan semakin banyak dokter spesialis dapat dipersiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Rencana pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah di RSUD dr Iskak pun diharapkan memberikan kontribusi terhadap penguatan sumber daya manusia kesehatan, khususnya di bidang bedah.
Meski demikian, penerimaan residen tetap bergantung pada penyelesaian seluruh tahapan persiapan dan pemenuhan ketentuan penyelenggaraan pendidikan. Karena itu, target Februari 2027 menjadi jadwal yang diharapkan dapat diwujudkan apabila semua proses berjalan lancar.
Jika terealisasi sesuai rencana, langkah ini akan menjadi perkembangan penting bagi RSUD dr Iskak dalam memperluas perannya, bukan hanya sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai institusi pendidikan yang ikut menyiapkan generasi dokter spesialis bagi kebutuhan masyarakat. (Hilal)











