Peristiwa

Wabup Nganjuk Turun Langsung Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG, Seluruh Faskes Dikerahkan Siaga Penuh

19
×

Wabup Nganjuk Turun Langsung Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG, Seluruh Faskes Dikerahkan Siaga Penuh

Sebarkan artikel ini

Oposisinews.net|Nganjuk-Sirine ambulans saling bersahutan di penjuru Kabupaten Nganjuk pada Rabu (2/9/2026). Armada penanganan darurat dikerahkan secara intensif untuk mengevakuasi puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk yang mendadak mengeluhkan sakit perut, mual, hingga muntah usai mengonsumsi santapan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Menanggapi kejadian luar biasa ini, seluruh puskesmas dan rumah sakit di wilayah Nganjuk termasuk RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara, dan RS Islam diinstruksikan untuk segera masuk ke dalam mode siaga penuh demi memberikan penanganan medis cepat dan tepat bagi para korban.

Wabup Turun Langsung Memastikan Penanganan Cepat Untuk Segera ditangani Secara Medis. 

​Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi dan menjenguk para siswa yang tengah dirawat intensif di RSUD Nganjuk. Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa Mas Handy tersebut memastikan bahwa seluruh faskes telah mengerahkan kekuatan medis penuh demi menjamin keselamatan para pelajar.

​“Semua tenaga medis baik perawat, dokter, bahkan dokter spesialis sudah kita standby,kan di sini untuk menangani para korban secara maksimal,” tegas Mas Handy di lokasi.

Seluruh Armada Ambulance dikerahkan Respon Cepat. 

​Wabup menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa puluhan pelajar tersebut. Pihaknya berjanji pemerintah daerah akan menanggung dan mengawal proses pemulihan seluruh korban hingga tuntas.

​Selain fokus pada penanganan kesehatan, Pemkab Nganjuk juga bergerak cepat mengambil langkah tegas terkait penyedia makanan. Mas Handy menegaskan bahwasanya evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan terhadap pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas pengadaan menu MBG tersebut.

​“Terkantung potensi sanksi administratif hingga pengusulan suspend terhadap SPPG terkait, tentu akan kita lakukan tindakan tegas secara administratif setelah seluruh proses kajian dan investigasi selesai,” ujarnya saat dikonfirmasi mengenai tindakan hukum dan sanksi operasional.

​Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, tercatat sedikitnya 49 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan dan harus mendapatkan perawatan medis yang tersebar di beberapa faskes. Hingga berita ini diturunkan, tim ahli dari dinas kesehatan bersama pihak kepolisian masih terus melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan guna mendalami penyebab pasti keracunan massal ini.(di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *