Lumajang,OposisiNewsNet– Kabupaten Lumajang kembali membuktikan diri sebagai wilayah yang kaya akan rekam jejak peradaban kerajaan masa lampau. Selain memiliki warisan situs bersejarah dari era Singasari hingga Majapahit yang masih lestari, daerah ini juga dikenal dengan nilai budaya serta kerukunan antarumat beragama yang terjaga kuat, salah satunya dibuktikan dengan keberadaan salah satu pura terbesar di Asia Tenggara.
Bukti tingginya peradaban seni dan sejarah di Lumajang salah satunya tercermin dari penemuan benda cagar budaya berupa Arca Perunggu Nandi. Mahakarya teknik pahat utuh tanpa rongga yang diperkirakan berasal dari abad ke-13 tersebut hingga kini masih tersimpan dan terawat dengan baik.
Benda bersejarah tersebut pertama kali ditemukan secara tidak sengaja di aliran sungai kawasan wisata Selokambang, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.
Hari, warga asli desa Petahunan, Lumajang, membagikan kisahnya saat menemukan benda bersejarah tersebut pada pertengahan tahun 1990-an.

”Waktu itu saya sedang bermain di area aliran sungai wisata Selokambang pada 16 Juni 1995. Tiba-tiba saya melihat ada benda di dasar sungai yang memancarkan cahaya sangat terang. Setelah saya ambil, ternyata benda tersebut adalah arca perunggu Nandi. Hingga saat ini terus saya rawat agar peninggalan sejarah ini tetap lestari,” ungkap Hari,Sabtu (25/7/2026).
Penemuan Arca Nandi ini kian memperkaya khazanah koleksi sejarah daerah, sekaligus mempertegas bahwa akar seni dan peradaban di Kabupaten Lumajang telah terikat kuat sejak ratusan tahun lalu.
Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat terus berkomitmen untuk menjaga, melestarikan, dan mengedukasi generasi muda mengenai warisan nilai-nilai sejarah serta toleransi tinggi yang telah diwariskan oleh para leluhur di tanah Lumajang.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lumajang bertugas mengelola, melestarikan, serta mempromosikan potensi sejarah, budaya, dan pariwisata daerah demi terwujudnya masyarakat Lumajang yang berbudaya dan sejahtera.(Hd)












