NGANJUK,OposisiNewsNet– Jagat media sosial di Nganjuk dihebohkan oleh beredarnya sebuah video penggerebekan sepasang remaja di dalam toilet umum kawasan Stadion Nganjuk Ladang. Video yang diunggah oleh akun Facebook ‘Puguh Kruk’ di grup Berita Nganjuk tersebut mendadak viral dan memicu berbagai reaksi dari warganet.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan video tersebut telah mendapat 1.582 respons suka, 304 komentar, dibagikan sebanyak 58 kali, dan disimpan oleh 50 pengguna Facebook.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat warga mendobrak pintu toilet dan mendapati seorang anak laki-laki dan perempuan berada di dalam satu kamar mandi yang sama. Meski pelaku berdalih hanya menumpang buang air besar (BAB), warga yang terlanjur geram tidak memercayai alasan tersebut dan langsung melakukan interogasi di lokasi kejadian. Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada Jumat (10/7/2026) siang.
Kondisi ini turut diakui oleh Rifqi, salah seorang anak sekolah yang kerap melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, area sekitar stadion memang memerlukan pengawasan lebih karena sering menjadi tempat nongkrong remaja.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Nganjuk, Nafhan Thowawi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa saat kejadian berlangsung, personelnya sedang bersiap melaksanakan ibadah shalat Jumat.

”Kami membenarkan adanya kejadian dalam video tersebut. Berdasarkan informasi yang kami himpun, pelaku yang diamankan warga ternyata masih berusia sangat muda, yaitu anak yang baru lulus Sekolah Dasar (SD) dan baru menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP),” ujar Nafhan Thowawi saat dikonfirmasi awak media senin 13/7/2026.
Pasca-kejadian ini, Satpol PP Nganjuk berkomitmen untuk lebih proaktif dan memperketat pengawasan di area publik guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali.
”Pihak kami akan lebih proaktif dalam mengintensifkan patroli rutin di titik-titik rawan, termasuk kawasan Stadion Nganjuk. Kami juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih ketat mengawasi anak-anak mereka melalui pendekatan yang lebih persuasif di rumah,” pungkas Nafhan.(Hd)








