TULUNGAGUNG – OposisiNews.net. Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-12 di Kabupaten Tulungagung berlangsung hangat dan penuh makna kebersamaan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menggelar acara tasyakuran di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Rabu malam (21/10/2026).
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., tersebut menjadi ajang silaturahmi besar antara jajaran pemerintah daerah dengan ratusan pengasuh pesantren serta perwakilan santri sekabupaten Tulungagung.
Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti seluruh rangkaian acara yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
“Santri Sebagai Benteng Moral Daerah” dalam arahannya Plt Bupati Ahmad Baharudin menegaskan bahwa kontribusi santri dan para ulama tidak berhenti pada lembaran sejarah perebutan kemerdekaan semata. Di era modern, peran santri justru semakin krusial dalam mengawal moralitas dan karakter generasi muda.
”Santri adalah garda terdepan dalam merawat nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan moralitas”. Momen Hari Santri Nasional ke-12 ini dapat menjadi pemicu semangat bagi santri di Tulungagung untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa,” tutur Plt Bupati Ahmad Baharudin.
Plt Bupati Ahmad Baharudin juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengasuh pondok pesantren di Tulungagung yang secara konsisten membina dan mencetak SDM yang unggul dan berakhlakul karimah.
Acara tasyakuran juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang dibawakan KH.Muhson Hamdani,M.Sy. Dalam ceramahnya KH.Muhson menekankan pentingnya peran santri dalam merawat persatuan umat serta memperkokoh fondasi kebangsaan di tengah dinamika zaman.
Puncak acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Plt Bupati Ahmad Baharudin sebagai ekspresi rasa syukur atas kiprah santri bagi negeri.
Acara dilanjutkan dengan tradisi “Kembul Bujono” atau “Purak Tumpeng” sebuah tradisi khas makan bersama dalam satu nampan atau wadah besar. Momen makan bersama antara pejabat Pemkab, tokoh ulama, dan para santri ini mencerminkan kesederhanaan, ketiadaan sekat, serta kuatnya tali persaudaraan.
Acara ini dihadiri Tokoh Agama dan Ormas serta turut hadir dan membaur dalam kegiatan tersebut di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung, Ketua PCNU Tulungagung beserta jajaran MWCNU, para pimpinan pondok pesantren, serta pimpinan ormas keagamaan setempat.
Seluruh rangkaian peringatan Hari Santri Nasional ke-12 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso berakhir dengan tertib dan lancar serta penuh kehangatan. (Hilal)












