Berita DesaPeristiwa

Krisis Air Bersih Mengancam,Warga Desa Pule Nganjuk Terpaksa Gunakan Air Keruh dari Dasar Sungai

28
×

Krisis Air Bersih Mengancam,Warga Desa Pule Nganjuk Terpaksa Gunakan Air Keruh dari Dasar Sungai

Sebarkan artikel ini

 

Oposisinews.net|Nganjuk-Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah di Jawa Timur kini mulai berdampak serius bagi kehidupan masyarakat pedesaan. Seperti yang dialami ratusan warga Desa Pule, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, yang kini harus berjuang ekstra keras di tengah ancaman krisis air bersih demi memenuhi kebutuhan pokok harian mereka.

​Setiap hari, warga terpaksa berjalan kaki hingga sejauh tiga kilometer menuju aliran sungai terdekat. Karena sungai utama telah mengering total, warga berinisiatif menggali lubang-lubang kecil (sumuran) di dasar sungai untuk mendapatkan resapan air. Pemandangan miris pun terlihat saat warga mengambil air yang kondisinya cukup keruh tersebut. Meski secara kualitas tidak layak, air itu tetap terpaksa dimanfaatkan untuk memasak, mencuci, mandi, hingga memberi minum hewan ternak.

Warga Membuat Kubangan Demi Mendapatkan Air. 

​Kondisi sulit ini diakui warga sudah berlangsung cukup lama dan menjadi rutinitas tahunan saat musim kemarau tiba.

​”Keadaan seperti ini mulai kami rasakan sejak Mei lalu dan biasanya bertahan sampai akhir tahun. Kami harus berjalan ke sungai dan membuat lubang agar ada kubangan air yang bisa diambil,” ungkap salah seorang warga setempat saat ditemui awak media di lokasi pada Sabtu (5/9/2026).

​Hal senada disampaikan oleh Siti Fatimah, warga Desa Pule lainnya. Ia menuturkan bahwa perjuangan menyusuri jalan menuju sungai sambil membawa beban berat sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.

​”Setiap hari ibu-ibu di sini harus berjalan membawa jeriken berisi air sekitar 10 liter. Ini bukan lagi pemandangan luar biasa, tapi sudah jadi bagian dari aktivitas rutin warga saat musim kemarau,” tuturnya.

​Selain persoalan krisis air mendesak, fasilitas sanitasi dan infrastruktur dasar di daerah tersebut juga dinilai masih minim. Sutono, warga setempat lainnya, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada realisasi bantuan program sarana air bersih maupun sanitasi dari pemerintah desa setempat.

Sutono Warga Desa Pule, Yang Terdampak Kekeringan Air. 

​”Mengenai bantuan dari pemerintah seperti sumur bor atau sanitasi WC umum, sejauh ini belum ada yang direalisasikan. Kami warga sebenarnya sudah sering mengusulkan, tapi sampai sekarang belum ada wujudnya. Kami sangat berharap pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait bisa segera menyalurkan bantuan darurat air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian kami,” tegas Sutono.

​Kondisi yang dialami warga Desa Pule ini menjadi cerminan nyata perlunya perhatian serta tindakan cepat dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk, BPBD, dan instansi terkait. Penanganan darurat berupa penyaluran armada tangki air bersih secara berkala serta solusi jangka panjang melalui pembangunan sumur bor permanen sangat diharapkan, agar penderitaan warga Jatikalen akibat krisis air tahunan ini dapat segera teratasi.(di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *