BeritaBerita Desa

Menelusuri Sejarah Desa Lengkong Nganjuk, Kisah Pelarian Senopati Mataram dan Misteri Sumur Kawaka

20
×

Menelusuri Sejarah Desa Lengkong Nganjuk, Kisah Pelarian Senopati Mataram dan Misteri Sumur Kawaka

Sebarkan artikel ini

 

Nganjuk,OposisiNewsNet– Tim awak media melakukan penelusuran mendalam di Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali asal-usul dan sejarah lokal yang kaya akan nilai legenda pada Kamis (9/7/2026).

​Saat ditemui di ruang kerjanya, Camat Lengkong, Wardoyo, S.IP., M.Si., mengisahkan bahwa berdirinya desa ini tidak lepas dari cerita turun-temurun tentang pelarian seorang Senopati Mataram bernama Kisopati. Konon, saat berusaha menghindar dari kejaran musuh, Kisopati terpeleset ke dalam sebuah selokan yang dalam (warga menyebutnya sebokong). Namun, sebuah keajaiban terjadi; ia diselamatkan oleh kawanan ikan lele sehingga tidak tenggelam.

Wardoyo Camat Lengkong. 

​”Dari cerita sesepuh dulu, karena peristiwa terpeleset di selokan yang dalamnya sak bokong (seukuran pinggul) itulah, daerah ini akhirnya dinamai ‘Lengkong’, gabungan dari kata lengseng dan sak bokong,” ujar Wardoyo saat berbincang dengan awak media.

​Mitos ini pun berdampak kuat pada kehidupan warga setempat hingga kini. Didik, salah seorang warga Lengkong, menceritakan pantangan unik yang dipercayai masyarakat.

​”Ada mitos di kalangan masyarakat bahwa jika ada warga yang nekat memakan ikan lele, mereka akan merasakan gatal-gatal di sekujur tubuh. Untuk menyembuhkannya, mereka harus mengadakan ritual membawa tumpeng,selamatan di sumur atau di leng sambil berdoa meminta kesembuhan,” tutur Didik.

 

​Berdasarkan data legenda desa serta penuturan tokoh masyarakat, berikut adalah rekam jejak sejarah Desa Lengkong.

​Tokoh Pendiri Babad Desa, Wilayah ini pertama kali dibuka (babad alas) pada tahun 1810 oleh para pendatang dari Kudus, yaitu Eyang Suliswanto, Eyang Brahmono, Eyang Singolodre, dan Eyang Muntoredjo.

​Kepemimpinan Pertama,Kisopati, sang Senopati Mataram yang akhirnya menetap di wilayah tersebut, diangkat dan dihormati oleh masyarakat sebagai Kepala Desa Lengkong yang pertama.

​Situs Sumur Kawaka,Lokasi penyelamatan Kisopati oleh kawanan lele kini menjadi situs yang dikeramatkan warga. Tempat tersebut dikenal sebagai Sumur Kawaka atau Sumur Gede, yang posisinya berada tepat di belakang Kantor Kecamatan Lengkong.

​Seiring berjalannya waktu, kawasan yang berada di utara Kali Widas ini telah bertransformasi menjadi pusat kecamatan yang sangat strategis di wilayah utara Kabupaten Nganjuk dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Jombang.

​Melalui jejak sejarah Sumur Kawaka dan kisah heroik Senopati Kisopati, Desa Lengkong membuktikan bahwa kemajuan zaman tidak harus melunturkan nilai-nilai luhur warisan leluhur. Warisan budaya ini terus dijaga erat oleh masyarakat setempat sebagai fondasi spiritual sekaligus identitas sejarah yang memperkaya khazanah budaya di Bumi Anjuk Ladang.(Hd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *