Pendidikan

“NGOPI BARENG” WARGA PLOSOKANDANG DENGAN KAMPUS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG.

34
×

“NGOPI BARENG” WARGA PLOSOKANDANG DENGAN KAMPUS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG.

Sebarkan artikel ini
Pihak warga dan UIN Tulungagung giat Ngopi Bareng

OPOSISI.NET|Tulungagung, – Pertemuan antara warga Plosokandang kec Kedungwaru bersama kampus Univesitas Islam Negeri Tulungagung (14/4/26).

Dengan tema “NGOPI BARENG” untuk berdiskusi santai dalam forum informal membahas permasalahan atau dinamika yang terjadi antara warga desa Plosokandang dengan Univesitas Islam Negeri Tulungagung.

Pertemuan dan jamuan di Gedung lantai dua kampus UIN Tulungagung, turut hadir kades Plosokandang Agus waluyo serta perwakilan warga setempat, dan juga perwakilan dari rektor UIN Tulungagung Dr.phil. Syaifudin zuhri. M.M. beserta jajarannya, juga dari Badan Pelaksanaan Daerah dan Lembaga Pengawasan Masyarakat serta dari karangtaruna Tunas Banti plosokandang.

Kades Agus Waluyo menyampaikan gagasan dan keluhan warganya masalah infrastuktur, saluran drainase Dan masalah Jalan Satu arah.

Serta usulan warga setempat, Karyanto yang rumahnya dibelakang kampus menginginkan bisa membawa berkah dengan adanya kampus Universitas Islam Negeri, dan ada dampak positif berupa kemajuan ekonomi, juga menunjukkan adanya tantangan bagi pemilik kos kosan di desa setempat seiring pertumbuhan jumlah mahasiswa.

Secara umum, interaksi antara kampus dan warga desa merupakan kombinasi antara dampak positif ekonomi dan tantangan adaptasi lingkungan serta sosial akibat perluasan wilayah kampus.

Karangtaruna Plosokandang juga menyampaikan untuk menyikapi masalah mahasiswa untuk sering komunikasi dengan pihak kampus dan monitoring/bekerjasama.

Yang terkait dengan etika yang disampaikan warga agar diadakan kebijakan dan peraturan desa soal pelanggaran Etik untuk dibawa kekampus yang disepakati oleh pihak kampus.

Dari hasil pertemuan ngopi bareng ini pihak kampus juga menyepakati kedepannya untuk melakukan toritori untuk mengatasi trafik lalulintas dengan desa juga bekerjasama dengan dinas pengolahan limbah sampah juga Dinas Perhubungan untuk menata akses jalan dan saluran air. (Hilal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *