Tulungagung.OposisiNews.Net – Dinas kesehatan Tulungangung melaksanakan penjelasan pada masyarakat untuk memberdayaan Pengenalan obat tradisional dan manfaatnya. Komunikasi Dan edukasi yang dilaksanakan di desa pelem yang di hadiri Bapak Dr.Ir.Heru Tjahjono.MM (Anggota komisi IX DPR RI) serta Bapak kepala desa bapak MujiAlam Dan Camat campurdarat bapak Tri Wantoro S.SOS,M.SI juga tamu undangan dari desa pojok dan desa tanggung serta koprasi dan UMKM yang ada di tulungagung.
BPOM aktif melakukan edukasi didesa Pelem dan juga meliputi masyarakat Tulungagung untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap obat tradisional ilegal dan berbahaya. Edukasi menekankan pentingnya cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) dan menggunakan aplikasi BPOM Mobile untuk memastikan produk terdaftar resmi.
Oposisi news.net/ Poin Penting Edukasi BPOM di Tulungagung:
Pentingnya Cek KLIK: Masyarakat diimbau untuk tidak membeli obat tradisional tanpa izin edar BPOM dan memeriksa kemasan, label, izin edar, serta tanggal kedaluwarsa.
Aplikasi BPOM Mobile: Sosialisasi penggunaan aplikasi untuk memindai kode produk guna memastikan keamanan.
Waspada BKO: Edukasi mengenai bahaya obat tradisional yang dicampur Bahan Kimia Obat (BKO), yang sering ditemukan dalam produk jamu pegal linu/kesehatan.
Informasi Lanjut: Aduan dan informasi terkait obat tradisional dapat disampaikan melalui HaloBPOM 1500533 atau media sosial resmi.
Kegiatan ini sering diadakan bersama tokoh masyarakat (DPR RI) untuk menjangkau kelompok masyarakat luas di Tulungagung.(Hilal)












